hari jum'at. diawali dengan kesibukan rutin. bangun lebih pagi, karena aku terbiasa dengan jadwal Try Out yang biasanya mengawali kegiatan pukul 07.15. tapi sekarang, seperti biasa 06.30. rasanya baru kemarin aku dan teman-teman menginjak sekolah ini. rasanya baru kemarin kita semua lulus dari Sekolah Dasar. pelajaran pertama pun dimulai, aku terlambat. saat memasuki gerbang sekolah, pak kus, guru matematika favoritku yang suka kubicarakan dgn ibu yg kupanggil mama itu, aku tunjuk. tanpa alasan. lalu, mamaku mengangguk mengerti maksudku. lalu aku masuk gerbang tersenyum dan salim kepada guru yang sedang menunggu berdiri stand by. aku berjalan ke kelas dengan rasa penasaran, bilakah gurunya sudah datang. apa yang akan aku bilang. apa yg akan menjadi alasanku. sampai di kelas, guru tata busanaku sedang menjelaskan. aku pun mengetuk pintu seperti biasa, dan masuk. mengucap salam. duduk di tempat aku biasa duduk. kuberikan selembar uang merah untuk membayar biaya ujian praktek tata busana. kembalian kuterima & ibu guru pun mulai menjelaskan apa yg harus dilakukan. ia bilang, kita akan memakai kertas cokelat berisikan pola baju yang sudah aku bikin lama, tapi sayangnya aku tak membawa..malangnya nasibku. rasanya saat itu kepalaku mau pecah karena baru diberitahukan. tapi, dari pada membuang waktu mengkhawatirkan sesuatu, lebih baik selesaikan masalah lain yang masih menunggu untuk diselesaikan. akhirnya aku mengerjakan tugas tata busana yang masih
"pending". setelah jam pelajaran tersebut habis, kepalaku rasanya sakit. seperti orang stress. biasanya, kalau sudah sakit kepala, aku jadi bergantung dengan obat. panadol / bodrex.
mereka seperti teman yang selalu ada disaat dibutuhkan. lalu, perasaanku rasanya bergejolak ingin menghancurkan dunia ini. seperti, membanting pintu dan barang-barang yang ada di sekitar dirimu. sehabis tata busana, pelajarannya ialah bahasa Indonesia. guru yang paling aku benci itu pun, tak lama kemudian muncul di kelasku. rasanya kepalaku yg sudah penuh penat ini mau pecah. sekarang aku hanya bisa berkata, kalau karena tugas saja pikiranku sudah kemana-mana. bagaimana dengan masa depan? bagaimana dengan keluarga, perasan, pekerjaan, beban, anak & hubungan. hmm..
selama pelajaran, aku hanya terdiam. tidak mendengarkan apa yang harus dilakukan, tidak mendengarkan omongan omongan teman-teman. aku hanya bisa marah, membanting, dan bila ada yang ingin mereka pinjam dariku. aku hanya bisa memberi dengan kasar tanpa melihat wajah mereka. dan aku hanya mendengarkan lagu sambil menggambar, alih-alih seperti mengerjakan tugas. lama kelamaan, rasa kesal itu pun hilang. musik menghiburku. dan menggambar sepertinya menjadi media yang bisa kutumpahkan amarah. bel istirahat berbunyi, kuhabiskan makananku.
No comments:
Post a Comment